Zahid :
Selamat pagi, Ayah Bunda. Ceritakan bagaimana Ayah Bunda memberi kesempatan putra/putri yang akan bersekolah di Tetum untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan di luar rumah.
Dari pengamatan Ayah Bunda, apa yang perlu dikembangkan dari kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi putra/putri Ayah Bunda?
Uraikan harapan Ayah Bunda terhadap kemampuan sosial anak setelah dia masuk SD.
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di SD Tetum Bunaya).
Zahid termasuk anak yang jarang berinteraksi dengan lingkungan di luar rumah.
Semenjak Zahid pindah rumah pada saat usia 2 tahun lebih, dari rumah di perkampungan ke rumah di komplek kecil perumahan, Zahid jadi sulit berinteraksi dengan anak-anak sebayanya.
Di lingkungan komplek sendiri sangat sedikit anak kecilnya, dan tidak ada teman sebayanya.
Saya berharap pada saat Zahid masuk Play Group dekat rumah, Zahid akan mendapatkan banyak teman. Tapi baru saja sekolah 1 semester, Pandemi datang, dan Zahid harus banyak beraktivitas dirumah. Akhirnya saya memutuskan Zahid untuk tidak melanjutkan sekolah hingga Zahid masuk TK B Tetum Bunayya.
Pun begitu di TK B Tetum, berharap bisa menemukan dunia luar di Tetum, tapi ternyata pandemi tak kunjung usai. Pembelajaran banyak dilakukan secara online.
Padahal keinginan Zahid untuk main dengan teman sebaya sangatlah besar, sampai ia pernah mengeluh : “Zahid bosan karena tidak punya teman”.
Karena belum terbiasa “berteman”, sebenarnya ada banyak PR yang harus dilatih dan dikembangkan soal kemampuan interaksi dan komunikasi, termasuk soal keberanian berbicara.
Hanna :
Ayah Bunda, ceritakan bagaimana kegiatan membaca buku dalam dua hari ini.
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Tetum Bunaya. Ayah dan Bunda masing-masing membuat jurnal berbeda)
Dalam dua hari ini kegiatan Hanna untuk belajar membaca buku didampingi oleh miminya. Saya sendiri sibuk mengurus renovasi rumah yang saya kerjakan sendiri.
Ini adalah salah satu PR bagi saya, yakni saya jarang mendampingi kegiatan membaca anak-anak. Mudah-mudahan kedepannya bisa diperbaiki untuk lebih sering lagi.
Mohon maaf sebesar-besarnya.







