Silakan baca kembali semua jurnal yang telah diisi. Ceritakan apa yang Ayah Bunda rasakan dalam proses menulis jurnal ini?
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di SD Tetum Bunaya).
Hanna :
Selamat pagi Ayah Bunda.
Silakan baca kembali semua jurnal yang telah diisi. Ceritakan apa yang Ayah Bunda rasakan dalam proses menulis jurnal ini?
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di Kelompok Bermain atau Taman Kanak-Kanak Tetum Bunaya).
Hasil Tugas :
Perasaan saya campur aduk ketika menulis jurnal. Antara bahagia dan sedih, malas dan semangat, bingung dan lainnya.
Mulai dari bahagia, karena dipaksa kembali Jurnaling lagi, setelah sekian lama tidak menjurnal. Sedih, karena ternyata selama ini kurang perhatian dengan anak dan keluarga, dan masih banyak hal yang harus diperbaiki untuk terus menjadi Orang Tua yang Bertumbuh (MOTyB).
Bingung, karena saya belum memiliki keterampilan menulis dengan baik. Masih banyak yang harus dipelajari dan dilatih dari teknik penulisan.
Ala kuli hal, terima kasih buat Tetum buat Program MOTyB nya.
Selamat pagi, Ayah Bunda. Ceritakan rencana dua tahun, empat tahun, hingga enam tahun ke depan dalam keluarga.
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di SD Tetum Bunaya).
Di Rumah Tangga kami, ada yang namanya program Family Maeeting atau Rapat Keluarga. Mulai dari Rapat Tahunan, Rapat Bulanan (termasuk Rapat Ramadhan) dan Rapat Pekanan. Rapat Tahunan diadakan setiap tahun baru masehi. Rapat Bulanan diadakan setiap akhir/awal bulan. Rapat Pekanan diadakan setiap hari Sabtu.
Saya sendiri menganggap, mengadakan Family Meeting adalah Tugas dan Kewajiban Utama bagi Orangtua dibanding tugas dan kewajiban lainnya.
Family Meeting adalah “Jantung” atau “Hati”nya Rumah Tangga, bila ia baik, maka baik pula semuanya, bila ia buruk maka buruk pula semuanya. Semakin baik Family Meeting, maka semakin baik pula kualitas sebuah Rumah Tangga.
Sayangnya memang, pelaksanaan program Family Meeting di Keluarga kami, masih kurang efektif dan efesien.
Agenda dari FM kami sangat sederhana, yakni Evaluasi dan Planning. Evaluasi terkait Non Finansial dan Finansial. Begitu pula Planning terkait Non Finansial dan Finansial.
Di Family Meeting ini, tiap-tiap anggota memiliki Family Book (Buku Keluarga) yang berisi catatan Evaluasi dan Planning.
Saya berharap setelah MOTyB ini, kami bisa mengaktifkan dan mengefektifkan lagi program Family Meeting dan juga mulai sedikit demi sedikit mengajak anak-anak untuk terlibat di Family Meeting.
Terkait rencana 2, 4 hingga 6 tahun untuk anak-anak, inilah yang akan menjadi salah satu PR yang harus kami bicarakan di Family Meeting.
Family Book saya, saya namakan Honesty Book
Untuk Zahid dan Hanna, yang jelas langkah terdekat yang harus segera dilakukan adalah Tes Diagnosa Tumbuh Kembang (Disleksia dll) dan IQ. Setelah hasilnya keluar, kami akan minta banyak masukan dari para ahli, intervensi apa yang harus diberikan. Barulah membuat planning detail buat Zahid dan Hanna.
Yang jelas untuk sekolahnya sendiri, saya sendiri lebih cenderung untuk memasukkan Zahid dan Hanna ke sekolah yang sama, agar lebih mudah untuk pelaksanaan dan monitoringnya.
Hanna :
Selamat pagi Ayah Bunda,
Bagaimana Ayah Bunda melatih kemandirian pada anak dalam dua hari ini?
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di Kelompok Bermain atau Taman Kanak-Kanak Tetum Bunaya).
Program kemandirian dua hari ini adalah makan sendiri.
Ketika dibertahukan bahwa Hanna dapat tugas dari sekolah soal kemandirian, Hanna sangat antusias sekali. Dia meminta makan sendirinya sambil memakai topi yang diberikan pada saat assesment kemarin.
Begitupula dengan Zahid, ketika tahu temannya Asyam sudah bisa mandiri makan sendiri, ia pun jadi semangat untuk makan sendiri.
Saya perhatikan, Usia Zahid saat ini adalah fase “bersaing”. Zahid selalu terpicu dan terpacu “tudak mau kalah” bila ada temannya melakukan sesuatu. Tinggal sesuatu tersebut yang harus kita pilih yang baik-baik. Istilah lainnya fastabaqul khoirot.
Selamat pagi, Ayah Bunda. Ceritakan kegiatan literasi yang sudah Ayah Bunda lakukan bersama anak di rumah.
Dari pengamatan Ayah Bunda, apa yang perlu dikembangkan dari kemampuan literasi putra/putri Ayah Bunda?
Uraikan harapan Ayah Bunda terhadap keterampilan literasi putra/putra, setelah dia masuk SD.
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di SD Tetum Bunaya).
Membaca, menulis dan berbicara adalah “PR Besar” yang dimiliki Zahid. Zahid memang “diduga” termasuk penyintas Spetrum Disleksia. Tapi ini baru dugaan, masih harus terus diobservasi oleh ahlinya, apakah benar Disleksia atau bukan. Kalau ternyata Disleksia, masuk ke kategori mana, apakah ringan, sedang atau berat.
Untuk kegiatan sehari-hari, biasanya Zahid mempunyai jadwal belajar membaca buku-buku cerita sebelum tidur dan membaca iqro sehabis maghrib.
Yang perlu dikembangkan adalah motivasi Zahid untuk membaca yang masih kurang. Sering menghindar. Dan sering tidak bertahan lama.
Ini jadi PR buat kami orangtua untuk membuat membaca, menulis dan berbicara menjadi suatu hal yang menantang dan menyenangkan buat Zahid.
Harapan kami kedepannya adalah mudah-mudahan Zahid sudah bisa mengatasi permasalahan literasinya sebelum usia 9 tahun atau kelas 3 SD. Usia maksimal 9 tahun adalah usia krusial bagi anak-anak penyintas Disleksia.
Hanna :
Selamat pagi Ayah Bunda
Tulislah surat kepada putra/putri yang akan bersekolah di Tetum. Bayangkan dia membacanya ketika sudah dewasa. Apa yang ingin Ayah Bunda sampaikan?
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di Kelompok Bermain atau Taman Kanak-Kanak Tetum Bunaya).
Hanhan, tak terasa kamu sudah berusia mau lima tahun saja. Sebentar lagi kamu akan masuk TK Tetum, dan memulai sebuah perjalanan sekolah panjang, berliku dan mendaki. Insya allah, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga Kuliah.
Pastinya, perjalanan kedepan tidak akan pernah mudah, mengingat kamu memiliki permasalahan speech delay dan diduga sebagai penyintas Disleksia. Kedepan tentunya perjalanan kita akan sangat sangat penuh drama serta menguras pikiran dan perasaan.
Tidak terbayangkan berbagai ujian, rintangan dan halangan yang akan kamu hadapi selama sekolah dan bersosialisasi dengan banyak orang.
Kita akan hadapi dan lalui bersama ya nak, dengan suka cita dan penuh syukur.
Terimakasih Ya Allah.
Jangan lupa nonton film favorit keluarga kita ya nak..
Ceritakan penggunaan gawai untuk anak di rumah. Bagaimana Ayah Bunda memberi pendampingan pada penggunaan gawai?
Dari pengalaman Ayah Bunda sebelumnya dalam pendampingan penggunaan gawai, adakah hal yang perlu diperbaiki?
Apa harapan Ayah Bunda kedepannya dalam pendampingan penggunaan gawai untuk anak.
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di SD Tetum Bunaya).
Penggunaan gawai atau gadget bagi anak-anak dirumah memang masih menjadi masalah. Terlebih saat pandemi sekarang. Dimana aktivitas luar rumah dibatasi, tidak ada sekolah, tidak ada sosialisasi dengan dunia luar atau teman-teman. Gawai jadi pelarian anak-anak untuk mengisi waktu dan menghilangkan kebosanan.
Zahid pernah kecanduan bermain game walau tidak terlalu parah. Tapi setelah coba dialihkan dengan aktivitas lainnya, yakni bermain Lego, alhamd berhasil mengurangi intensitas menggunakan Gawai, dan kalaupun menggunakan Gawai, lebih terarah melihat kontennya. Zahid jadi jarang membuka Game, tapi lebih seringnya membuka video tutorial penyusunan Lego atau Brick.
Untuk pemakaian gawai pun lebih dikurangi lagi dengan dialihkan menonton di tv.
Hanna :
Selamat pagi, Ayah Bunda.
Ayah Bunda, silakan baca kembali semua jurnal yang telah diisi. Ceritakan perasaan Ayah Bunda.
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Tetum Bunaya. Ayah dan Bunda masing-masing membuat jurnal berbeda)
Perasaan saya cuma satu, sedih. karena belum maksimal mengerjakan Jurnal. Padahal ini sangatlah penting untuk family building atau proses tumbuh kembang keluarga, baik orang tua dan anak-anak.
Mudah-mudahan kedepannya akan lebih baik lagi dan menjadi kebiasaan setiap hari.
Harapan saya ke Tetum adalah, mudah-mudahan Program MOTyB terus dilanjutkan bagi orgtua yang berminat saja, bukan hanya ada pas penerimaan siswa baru saja. Karena Tumbuh Kembang anak sangat bergantung pada Tumbuh Kembang Orangtua.
Selamat pagi, Ayah Bunda. Ceritakan rencana libur Idul Fitri tahun 2022 ini. Uraikan juga bagaimana Ayah Bunda menyikapi kondisi pandemi saat ini yang membatasi aktivitas di luar rumah.
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di SD Tetum Bunaya. Ayah dan Bunda masing-masing membuat jurnal berbeda).
Rencana Libur Lebaran kedepan masih belum jelas, melihat kondisi pandemi juga kembali memburuk dengan adanya varian omicron.
Biasanya selama Lebaran, tidak banyak aktivitas luar atau pergi liburan yang kami lakukan, mengingat setiap libur lebaran, asisten rumah selalu pulang kampung. Ditambah lagi saat ini lagi situasi pandemi.
Jadinya, kami orangtua malah sibuk ngurus pekerjaan rumah. Dan itu lelahnya minta ampun. Mengurus dan mendidik “3 anak abk” tanpa pembantu adalah hal yang sangat melelahkan baik waktu tenaga pikiran maupun perasaan.
Hanna :
Ayah Bunda, selamat pagi. Siang ini anak-anak akan melakukan asesmen di sekolah. Uraikan kegiatan yang Ayah Bunda lakukan untuk persiapan anak mengikuti kegiatan asesmen.
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Tetum Bunaya. Ayah dan Bunda masing-masing membuat jurnal berbeda)
Tidak banyak persiapan yang dilakukan, selain mempersiapkan masker baru buat anak-anak dan memberi tahu bahwa hari ini ada tes masuk sekolah baik TK maupun SD.
Alhamdulillah, hari ini semua anak-anak kooperatif, tidak ada yang rewel, walaupun Miminya lagi sibuk mengerjakan tugas meeting di Rumah. Ayahnya yang mendampingi Hanna dan Zahid untuk assesment ke sekolah.
Selamat pagi, Ayah Bunda. Besok anak-anak akan menjalani asesmen persiapan sekolah dasar.
Ceritakan apa yang Ayah Bunda lakukan untuk persiapan anak mengikuti kegiatan asesmen. Serta uraikan apa yang Ayah Bunda harapkan dari kegiatan asesmen yang akan berlangsung esok hari!
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di SD Tetum Bunaya. Ayah dan Bunda masing-masing membuat jurnal berbeda)
Esok hari adalah jadwal assesment Zahid dan sekaligus Hanna. Zahid untuk masuk SD, Hanna untuk masuk TK.
Tidak banyak persiapan yang dilakukan, hanya mempersiapkan masker baru buat Zahid dan Hanna saja. Selebihnya, hari ini banyak disibukkan dengan mengurus penyakit Alergi Kulit Zahid yang semakin parah. Dari mulai hunting Dokter, lalu ke Dokter, dan terakhir menebus Obat.
Zahid dan Hanna pun sudah diberitahu, bahwa selasa besok mrk akan ke sekolah tetum untuk assesment. Mereka berdua sangat exciting sekali. Karena Zahid berharap akan mendapatkan hadiah motor kecil, bila berhasil lulus TK dan masuk SD. Begitupula Hanna berharao akan dibelikan tas unicorn dan sepeda unicorn bila berhasil masuk TK.
Hanna :
Ayah Bunda, selamat pagi. Ceritakan bagaimana kegiatan mengobrol dalam dua hari ini.
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Tetum Bunaya. Ayah dan Bunda masing-masing membuat jurnal berbeda)
Dalam dua hari ini, saya tidak banyak ngobrol panjang dengan Hanna. Ini juga jadi PR buat saya, untuk banyak ngobrol dengan Hanna dan memberikan motivasi dan bimbingan buat Hanna untuk berbicara dengan baik.
Dalam hal ini, Hanna memang memiliki PR Tumbuh Kembang pada bahasa ekspresifnya. Hanna kesulitan mengucapkan beberapa suku kata dengan jelas. Dan sering sekali mengganggu sosioemosi beliau.
Selamat pagi, Ayah Bunda. Ceritakan bagaimana pengalaman Ayah Bunda menulis jurnal selama tujuh hari ini.
Baca kembali jurnal yang telah ditulis. Uraikan perasaan apa yang timbul ketika membaca kembali. Tulis juga pendapat Ayah/Bunda tentang kegiatan jurnaling ini.
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di SD Tetum Bunaya).
Cuma satu kata pengalaman saya selama tujuh hari menulis jurnal ini, yaitu berantakan. Saya masih belum bisa fokus menulis.
Selama tujuh hari ini saya malah disibukkan dengan beberes rumah, mulai dari membersihkan tembok dari coretan dan gambar anak2, membetulkan jendela, membersihkan atap dari kelelawar dan kotorannya, serta merapihkan barang2 dan gudang.
Jujur selama tujuh hari ini, saya berusaha untuk bersemangat melatih dan menumbuhkan kebiasaan menulis journal lagi.
MOTyB kali kedua ini, saya jadikan momentum untuk merapihkan kembali Journal Pribadi dan Keluarga saya, yang sebenarnya selama ini saya sudah memilikinya. Saya namakan Journal Pribadi saya, Honesty Book.
Dan MOTyB kali kedua ini saya jadikan Momentum untuk benah2 diri dan keluarga. Hehehe, ternyata banyak juga yang harus dirapihkan dan dibenahi.
HANNA :
Ayah Bunda, selamat pagi. Ceritakan kegiatan makan buah di dalam keluarga dalam dua hari ini.
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Tetum Bunaya. Ayah dan Bunda masing-masing membuat jurnal berbeda)
Hari ini Hanna dan Zahid kami ajak untuk membeli buah ke Toko Buah dekat rumah dengan memakai kendaran mobil. Setelahj sampai, kami persilahkan mereka berdua untuk memilih buah mana yang sedang mereka sukai. Mereka memilih salak. Lalu kami berikan kantong plastik ke mereka, untuk mereka mengambil sendiri. Lalu ditimbang, dibayar dan langsung pulang ke rumah.
Diperjalanan pulang, mereka sangat antusias sekali dengan buah salak pilihan mereka dan mereka langsung ingin memakannya. Mereka juga bertanya, apa bahasa inggrisnya dari Salak. Kami jawab Snake Fruit.
Saat ini Zahid Hanna memang sedang belajar Bahasa Inggris dengan aplikasi Monkey Stories. Jadi, saat ini sedikit-sedikit akan bertanya apa bahasa inggrisnya.
Mereka bertanya, kenapa dinamakan Snake Fruit. Kami jawab, karena kulit buah salak mirip dengan kulit ular (snake).
Alhasil, salaknya pun nyaris habis dimakan selama perjalanan pulang. Tinggal tersisa 2 buah saja.
Selamat pagi, Ayah Bunda. Ceritakan bagaiamana pengalaman Ayah Bunda mengenal sekolah Tetum Bunaya!
Bagaimana kesan Ayah Bunda terhadap Sekolah Tetum Bunaya?
Apa harapan Ayah Bunda terhadap Sekolah Tetum Bunaya, bila kelak putra/putri Ayah Bunda bersekolah di Tetum?
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di SD Tetum Bunaya).
Tetum ini sekolah bagus. Konsep sekolahnya bagus, bukan hanya ke Anak Didiknya tapi juga ada program untuk Orangtuanya. Jadi sebenarnya bukan hanya anaknya saja yang harus sekolah, orangtuanya pun harus sekolah.
Kekurangannya cuma satu, ada di lokasi dan gedung sarana prasarana.
Dan sayangnya juga, Zahid pas masuk Tetum pas disaat Pandemi, sehingga kurang begitu merasakan aura persekolahan Tetum ini.
Mudah-mudahan Pandemi segera berakhir, sehingga anak-anak benar-benar dapat merasakan penuh atmosfir sekolah tetum seutuhnya.
Hanna :
Ayah Bunda, ceritakan bagaimana kegiatan berkemih putra/putri Ayah/Bunda?
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Tetum Bunaya. Ayah dan Bunda masing-masing membuat jurnal berbeda)
Alhamdulillah, untuk Hanna tidak memiliki masalah dengan Toilet Training.
Hanna sudah lepas pampers sejak usia 1 tahun karena tidak nyaman.
Hanna sendiri jarang sekali mengompol. Pada saat tidur malam, biasanya hanna terbangun dari tidur dan bilang mau pipis, setelah pipis, hanna kembali tidur.
Saat ini di usia 4 tahun lebih, Hanna sudah mandiri BAK. Hanna bilang mau pipis, lalu ditemani ke depan kamar mandi. Setelah itu Hanna buka celana sendiri, masuk kamar mandi, pipis dan bersih-bersih sendiri.
Cuma masalahnya, Hanna sering bertengkar sama Abangnya, Zahid, bila mau BAK. Zahid selallu tidak mau kalah ingin BAK, ujung-ujungnya ribut rebutan toilet.
Selamat pagi, Ayah Bunda. Ceritakan bagaimana Ayah Bunda mengdampingi putra/putri yang akan bersekolah di Tetum dalam kegiatan beribadah di rumah.
Dari pengalaman Ayah Bunda, apa yang perlu dikembangkan dari kegiatan beribadah yang sudah berlangsung?
Uraikan harapan Ayah Bunda terhadap keterampilan ibadah, setelah dia masuk SD.
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di SD Tetum Bunaya).
Sebelum pandemi, Zahid suka saya ajak sholat rawatib ke Masjid terdekat. Zahid sangat senang, karena banyak anak-anak sepantarannya sholat di masjid.
Tapi sejak pandemi, Zahid selalu sholat dirumah. Kadang bersama ayahnya, kadang bersama ibunya, dan kadang bersama asisten rumah atau bibinya.
Yang perlu dikembangkan dari Zahid adalah masih kurang motivasi dan inisiatif untuk sholat ketika mendengar Azan dan kurang konsennya Zahid ketika sholat.
HANNA :
Ayah Bunda, bagaimana menu yang dihadirkan di rumah dalam dua hari ini.
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Tetum Bunaya. Ayah dan Bunda masing-masing membuat jurnal berbeda)
Menu makan kemarin adalah sayur sop bakso daging dan telor ceplok, dan menu makan hari ini miminya memasak cah udang, brokoli dan tahu kecap.
Tiap anak selalu saja ada PRnya. PR dari Hanna adalah Picky Eater dan susah makan. Tapi ada satu makanan favorit dari Hanna yaitu telor ceplok dikecapin. Hampir tiap hari selalu ada menu telor ceploknya. Atau ketika susah makan, pasti ujung-ujungnya memilih telor ceplok dikecapin.
Soal kemandirian makan, bila mood makannya lagi bagus, Hanna lebih mandiri dari kakaknya Zahid.
Selamat pagi, Ayah Bunda. Hari ini Ayah Bunda dapat mengambil buku yang akan dipinjam di Perpustakaan Sekolah Tetum Bunaya.
Silakan Ayah Bunda datang ke sekolah untuk mengambil buku. Jika Ayah Bunda berhalangan untuk datang ke sekolah bisa mengambil buku melalui kurir tranportasi online. Ayah Bunda mohon konfirmasi ke Whats App 0878-9081-7062 (Kak Lely), bila pengambilannya melalui kurir transportasi online.
Ceritakan kegiatan mengambil dan membaca buku yang dipinjam dari Perpustakaan Tetum Bunaya.
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di SD Tetum Bunaya).
Hari ini Abinya dan Zahid pergi menggunakan motor ke Perpustakaan Sekolah Tetum. Ada empat buku yang ingin dipinjam. Buat Zahid dan Hanna.
Zahid sangat antusias sekali, bukan cuma karena ingin jalan-jalan pergi ke sekolah, tapi juga karena ingin naik motor. Naik motor menjadi salah satu favorit selama Pandemi untuk mengatasi kejenuhan dan kebosanan beraktivitas dirumah.
Hanna :
Selamat pagi, Ayah Bunda. Hari ini Ayah Bunda dapat mengambil buku yang akan dipinjam di Perpustakaan Sekolah Tetum Bunaya.
Silakan Ayah Bunda datang ke sekolah untuk mengambil buku. Jika Ayah Bunda berhalangan untuk datang ke sekolah bisa mengambil buku melalui kurir tranportasi online. Ayah Bunda mohon konfirmasi ke Whats App 0878-9081-7062 (Kak Lely), bila pengambilannya melalui kurir transportasi online.
Ceritakan kegiatan mengambil dan membaca buku yang dipinjam dari Perpustakaan Tetum Bunaya.
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Tetum Bunaya. Ayah dan Bunda masing-masing membuat jurnal berbeda)
Hari ini Abinya dan Zahid yang mengambil buku di Perpustakaan Sekolah, Hanna tidak ikut. Karena selain ingin mengambil buku perpust, Zahid juga ingin sekalian melihat show room motor.