Kategori
MOTyB 2

Day 13 : Jumat 25 Peb 2022

Zahid :

Selamat pagi, Ayah Bunda. Ceritakan rencana dua tahun, empat tahun, hingga enam tahun ke depan dalam keluarga.

(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di SD Tetum Bunaya).

Di Rumah Tangga kami, ada yang namanya program Family Maeeting atau Rapat Keluarga. Mulai dari Rapat Tahunan, Rapat Bulanan (termasuk Rapat Ramadhan) dan Rapat Pekanan. Rapat Tahunan diadakan setiap tahun baru masehi. Rapat Bulanan diadakan setiap akhir/awal bulan. Rapat Pekanan diadakan setiap hari Sabtu.

Saya sendiri menganggap, mengadakan Family Meeting adalah Tugas dan Kewajiban Utama bagi Orangtua dibanding tugas dan kewajiban lainnya.

Family Meeting adalah “Jantung” atau “Hati”nya Rumah Tangga, bila ia baik, maka baik pula semuanya, bila ia buruk maka buruk pula semuanya. Semakin baik Family Meeting, maka semakin baik pula kualitas sebuah Rumah Tangga.

Sayangnya memang, pelaksanaan program Family Meeting di Keluarga kami, masih kurang efektif dan efesien.

Agenda dari FM kami sangat sederhana, yakni Evaluasi dan Planning. Evaluasi terkait Non Finansial dan Finansial. Begitu pula Planning terkait Non Finansial dan Finansial.

Di Family Meeting ini, tiap-tiap anggota memiliki Family Book (Buku Keluarga) yang berisi catatan Evaluasi dan Planning.

Saya berharap setelah MOTyB ini, kami bisa mengaktifkan dan mengefektifkan lagi program Family Meeting dan juga mulai sedikit demi sedikit mengajak anak-anak untuk terlibat di Family Meeting.

Terkait rencana 2, 4 hingga 6 tahun untuk anak-anak, inilah yang akan menjadi salah satu PR yang harus kami bicarakan di Family Meeting.

Family Book saya, saya namakan Honesty Book

Untuk Zahid dan Hanna, yang jelas langkah terdekat yang harus segera dilakukan adalah Tes Diagnosa Tumbuh Kembang (Disleksia dll) dan IQ. Setelah hasilnya keluar, kami akan minta banyak masukan dari para ahli, intervensi apa yang harus diberikan. Barulah membuat planning detail buat Zahid dan Hanna.

Yang jelas untuk sekolahnya sendiri, saya sendiri lebih cenderung untuk memasukkan Zahid dan Hanna ke sekolah yang sama, agar lebih mudah untuk pelaksanaan dan monitoringnya.

Hanna :

Selamat pagi Ayah Bunda,

Bagaimana Ayah Bunda melatih kemandirian pada anak dalam dua hari ini?

(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di Kelompok Bermain atau Taman Kanak-Kanak Tetum Bunaya).

Program kemandirian dua hari ini adalah makan sendiri.

Ketika dibertahukan bahwa Hanna dapat tugas dari sekolah soal kemandirian, Hanna sangat antusias sekali. Dia meminta makan sendirinya sambil memakai topi yang diberikan pada saat assesment kemarin.

Begitupula dengan Zahid, ketika tahu temannya Asyam sudah bisa mandiri makan sendiri, ia pun jadi semangat untuk makan sendiri.

Saya perhatikan, Usia Zahid saat ini adalah fase “bersaing”. Zahid selalu terpicu dan terpacu “tudak mau kalah” bila ada temannya melakukan sesuatu. Tinggal sesuatu tersebut yang harus kita pilih yang baik-baik. Istilah lainnya fastabaqul khoirot.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai