Zahid :
Selamat pagi, Ayah Bunda. Ceritakan kegiatan literasi yang sudah Ayah Bunda lakukan bersama anak di rumah.
Dari pengamatan Ayah Bunda, apa yang perlu dikembangkan dari kemampuan literasi putra/putri Ayah Bunda?
Uraikan harapan Ayah Bunda terhadap keterampilan literasi putra/putra, setelah dia masuk SD.
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di SD Tetum Bunaya).
Membaca, menulis dan berbicara adalah “PR Besar” yang dimiliki Zahid. Zahid memang “diduga” termasuk penyintas Spetrum Disleksia. Tapi ini baru dugaan, masih harus terus diobservasi oleh ahlinya, apakah benar Disleksia atau bukan. Kalau ternyata Disleksia, masuk ke kategori mana, apakah ringan, sedang atau berat.
Untuk kegiatan sehari-hari, biasanya Zahid mempunyai jadwal belajar membaca buku-buku cerita sebelum tidur dan membaca iqro sehabis maghrib.
Yang perlu dikembangkan adalah motivasi Zahid untuk membaca yang masih kurang. Sering menghindar. Dan sering tidak bertahan lama.
Ini jadi PR buat kami orangtua untuk membuat membaca, menulis dan berbicara menjadi suatu hal yang menantang dan menyenangkan buat Zahid.
Harapan kami kedepannya adalah mudah-mudahan Zahid sudah bisa mengatasi permasalahan literasinya sebelum usia 9 tahun atau kelas 3 SD. Usia maksimal 9 tahun adalah usia krusial bagi anak-anak penyintas Disleksia.

Hanna :
Selamat pagi Ayah Bunda
Tulislah surat kepada putra/putri yang akan bersekolah di Tetum. Bayangkan dia membacanya ketika sudah dewasa. Apa yang ingin Ayah Bunda sampaikan?
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di Kelompok Bermain atau Taman Kanak-Kanak Tetum Bunaya).
Hanhan, tak terasa kamu sudah berusia mau lima tahun saja. Sebentar lagi kamu akan masuk TK Tetum, dan memulai sebuah perjalanan sekolah panjang, berliku dan mendaki. Insya allah, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga Kuliah.
Pastinya, perjalanan kedepan tidak akan pernah mudah, mengingat kamu memiliki permasalahan speech delay dan diduga sebagai penyintas Disleksia. Kedepan tentunya perjalanan kita akan sangat sangat penuh drama serta menguras pikiran dan perasaan.
Tidak terbayangkan berbagai ujian, rintangan dan halangan yang akan kamu hadapi selama sekolah dan bersosialisasi dengan banyak orang.
Kita akan hadapi dan lalui bersama ya nak, dengan suka cita dan penuh syukur.
Terimakasih Ya Allah.
Jangan lupa nonton film favorit keluarga kita ya nak..
