Zahid :
Selamat pagi, Ayah Bunda. Ceritakan bagaiamana pengalaman Ayah Bunda mengenal sekolah Tetum Bunaya!
Bagaimana kesan Ayah Bunda terhadap Sekolah Tetum Bunaya?
Apa harapan Ayah Bunda terhadap Sekolah Tetum Bunaya, bila kelak putra/putri Ayah Bunda bersekolah di Tetum?
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di SD Tetum Bunaya).
Tetum ini sekolah bagus. Konsep sekolahnya bagus, bukan hanya ke Anak Didiknya tapi juga ada program untuk Orangtuanya. Jadi sebenarnya bukan hanya anaknya saja yang harus sekolah, orangtuanya pun harus sekolah.
Kekurangannya cuma satu, ada di lokasi dan gedung sarana prasarana.
Dan sayangnya juga, Zahid pas masuk Tetum pas disaat Pandemi, sehingga kurang begitu merasakan aura persekolahan Tetum ini.
Mudah-mudahan Pandemi segera berakhir, sehingga anak-anak benar-benar dapat merasakan penuh atmosfir sekolah tetum seutuhnya.

Hanna :
Ayah Bunda, ceritakan bagaimana kegiatan berkemih putra/putri Ayah/Bunda?
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Tetum Bunaya. Ayah dan Bunda masing-masing membuat jurnal berbeda)
Alhamdulillah, untuk Hanna tidak memiliki masalah dengan Toilet Training.
Hanna sudah lepas pampers sejak usia 1 tahun karena tidak nyaman.
Hanna sendiri jarang sekali mengompol. Pada saat tidur malam, biasanya hanna terbangun dari tidur dan bilang mau pipis, setelah pipis, hanna kembali tidur.
Saat ini di usia 4 tahun lebih, Hanna sudah mandiri BAK. Hanna bilang mau pipis, lalu ditemani ke depan kamar mandi. Setelah itu Hanna buka celana sendiri, masuk kamar mandi, pipis dan bersih-bersih sendiri.
Cuma masalahnya, Hanna sering bertengkar sama Abangnya, Zahid, bila mau BAK. Zahid selallu tidak mau kalah ingin BAK, ujung-ujungnya ribut rebutan toilet.
