ZAHID :
Selamat pagi, Ayah Bunda. Ceritakan bagaimana Ayah Bunda mengdampingi putra/putri yang akan bersekolah di Tetum dalam kegiatan beribadah di rumah.
Dari pengalaman Ayah Bunda, apa yang perlu dikembangkan dari kegiatan beribadah yang sudah berlangsung?
Uraikan harapan Ayah Bunda terhadap keterampilan ibadah, setelah dia masuk SD.
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di SD Tetum Bunaya).
Sebelum pandemi, Zahid suka saya ajak sholat rawatib ke Masjid terdekat. Zahid sangat senang, karena banyak anak-anak sepantarannya sholat di masjid.
Tapi sejak pandemi, Zahid selalu sholat dirumah. Kadang bersama ayahnya, kadang bersama ibunya, dan kadang bersama asisten rumah atau bibinya.
Yang perlu dikembangkan dari Zahid adalah masih kurang motivasi dan inisiatif untuk sholat ketika mendengar Azan dan kurang konsennya Zahid ketika sholat.
HANNA :
Ayah Bunda, bagaimana menu yang dihadirkan di rumah dalam dua hari ini.
(Uraian berbentuk naratif dan terkait dengan putra/putri Ayah Bunda yang akan bersekolah di Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Tetum Bunaya. Ayah dan Bunda masing-masing membuat jurnal berbeda)
Menu makan kemarin adalah sayur sop bakso daging dan telor ceplok, dan menu makan hari ini miminya memasak cah udang, brokoli dan tahu kecap.
Tiap anak selalu saja ada PRnya. PR dari Hanna adalah Picky Eater dan susah makan. Tapi ada satu makanan favorit dari Hanna yaitu telor ceplok dikecapin. Hampir tiap hari selalu ada menu telor ceploknya. Atau ketika susah makan, pasti ujung-ujungnya memilih telor ceplok dikecapin.
Soal kemandirian makan, bila mood makannya lagi bagus, Hanna lebih mandiri dari kakaknya Zahid.
