
Pengalaman Zahid terkait Toilet Training.
Alhamd, proses toilet training zahid lancar-lancar saja selama ini. Ini sangat berbeda dengan kakak perempuannya yang autis, Haura, yang hingga kini belum juga lulus toilet training.😪
Kira2 sejak usia 1 tahun lebih, zahid sudah merasa tidak nyaman memakai pampers.
Kira2 sejak usia 2 tahun, zahid sudah bisa berbicara meminta pipis. Lalu dibantu pipis di toilet. Tapi lain halnya dengan BAB. Untuk BAB, walaupun zahid sudah bisa dan mau mengatakan mau “mpup”, tapi zahid seringkali tidak mau ke toilet, tapi langsunh jongkok di lantai dan “mpup” di celana. Sepertinya, krn Zahid selalu telat mengatakan mau “mpup”.
Yang unik dari toilet training Zahid adalah bila ingin BAB atau BAK, zahid tidak mau menyentuh lantai kamar mandi yang basah. Dan posisi Zahid ketika di toilet selalu ingin jongkok, walaupun toiletnya berbentuk toilèt duduk.
Alhamd, untuk saat ini Zahid sudah bisa toilet sendiri. Kekurangannya adalah saat “cebok” BAB, yang belum mandiri dan sedang ditraining.
